Colek Jokowi-Kapolri, Ini Kisahnya Ditipu Suami Ternyata Perempuan

Suara.com – Wanita asal Surabaya bernama Ida Susanti menjadi sorotan publik setelah mengungkap kisah pilu mengenai rumah tangganya pada tahun 2000 silam. Dalam curhatan di TikTok, Ida Susanti mengungkap ternyata suaminya yang bernama Nardinata Marsioni Suhaimi adalah seorang perempuan.

Selain bohong soal identitas asli, Naradinata juga disebut Ida Susanti melakukan pengancaman dan kekerasan fisik. Sosok Nardinata yang hingga kini belum diadili pun disebut Ida Susanti bukan orang sembarangan karena diduga merupakan adik dari Jusuf Hamka, konglomerat ternama di Indonesia. Simak profil Ida Susanti berikut ini.

Profil Ida Susanti

Ida Susanti adalah nama seorang wanita yang baru-baru ini muncul melalui beberapa video di akun TikTok @/yolayola8040. Akun itu kini sudah hilang, namun video-videonya juga dibagikan di akun TikTok @/susantinyoo serta kanal YouTube Nyoo Susanti88.

Baca Juga:Kasusnya Tak Ada Kejelasan, Ida Susanti Menangis Meminta Tolong Presiden Jokowi

Dalam salah satu video, Ida Susanti menceritakan bahwa dia mengalami penipuan dalam perkawinan yang ternyata suaminya adalah seorang perempuan.

Ida mengungkap hal itu bermula ketika dikenalkan oleh seorang teman pada seseorang yang mengaku sebagai lelaki bernama Nardinata Marshioni Suhaimi tahun 2000 silam. 

Dari perkenalan itu berlanjut ke hubungan serius yakni pernikahan. Namun kemudian Ida Susanti menangis, syok dan kaget ketika berbulan madu di Bangkok, Thailand. Saat menginap di sebuah hotel, sang suami mengaku sebagai perempuan. 

Biodata Ida Susanti

Nama: Ida Susanti
Asal: Surabaya
Usia: 58 tahun
Tanggal menikah: 28 Juli 2000

Baca Juga:Muncul Usulan Jokowi Jadi Ketum PDIP Gantikan Megawati, Begini Reaksi Hasto

Kisah Ida Susanti: Suamiku Ternyata Perempuan

Kisah Ida Susanti bermula pada Juni 2000 silam ketika usianya masih 35 tahun. Ketika itu dia dikenalkan oleh seorang teman kepada Nardinata, yang disebut sebagai pria pintar lulusan luar negeri. Ida pun tertarik dan mulai berkomunikasi intens melalui SMS dan telepon dengan Nardinata.

Singkat cerita keduanya memutuskan untuk menikah melalui prosesi tukar cincin pada 28 Juli 2000. Keluarga besar Ida hadir, sementara pihak Nardinata hanya tiga orang kakaknya yang datang.

Nardinata dan Ida lalu pergi bulan madu ke Bangkok, Thailand pada 31 Juli 2000. Saat bulan madu, tiba-tiba Nardinata mengaku bahwa dia adalah seorang perempuan dengan nama asli Nera Maria Suhaimi Joseph. 

Baca Juga  Update Anak SD Dicolok Matanya Oleh Kakak Kelas: Hasil MRI Menunjukkan...

Alami Kekerasan

Dari situ terjadi pertengkaran antara Ida dengan Nardinata. Ida merasa kecewa, tapi Nardinata justru melakukan kekerasan hingga mengancam akan membunuhnya.

Karena terus ditekan, Ida akhirnya mencoba bertahan menjadi istri dari seorang wanita. Di sisi lain, Nardinata mengaku akan memberikan kehidupan yang layak untuk Ida.

Tiga bulan setelah bulan madu, Nardinata membelikan Ida rumah di bilangan Pakuwon City Surabaya. Beberapa bulan kemudian, Ida membuka toko spare part mobil mewah dengan modal dari Nardinata.

Namun hanya berjalan beberapa bulan, Ida tiba-tiba dilabrak oleh seorang perempuan inisial EM yang mengambil paksa pakaian milik Nardinata serta merebut sebuah mobil. Belakangan diketahui, EM adalah teman dekat dari Nardinata. Sejak saat itu, Ida sering bertengkar, bahkan Nardinata melakukan kekerasan kepadanya.

Ida mengaku pernah diancam agar tak melaporkan kekerasan yang dia alami ke polisi. Nardinata sesumbar bahwa dia adalah orang yang kebal hukum karena berasal dari keluarga konglomerat.

Kekerasan itu terus Ida alami dari Nardinata. Bukan hanya fisik, tapi juga kekerasan seksual. Hingga pada akhirnya karena sudah tak sanggup lagi, Ida melaporkan suaminya ke Polda Jatim pada 2002 dengan dugaan penipuan, pemalsuan identitas dan penganiayaan.

Buntut dari laporan itu, Nardinata minta semua sparepart dagangan toko Ida untuk dikembalikan. Dia bahkan berjanji akan menggantinya dengan uang Rp50 juta. Namun hingga kini uang itu tak pernah Ida terima.

Rumah dari Nardinata yang Ida tempati juga akhirnya dijual berbekal sertifikat baru atas nama orang lain. Padahal sertifikat asli aset itu masih berada di tangan Ida.

Nardinata juga melaporkan Ida ke polisi atas dugaan penyerobotan rumah. Ida lantas divonis bersalah dan dihukum percobaan selama 6 bulan.

Laporan Polisi Ida Tak Pernah Digubris

Di sisi lain, laporan Ida di Polda Jatim tanggal 8 Agustus 2002 tak pernah digubris. Padahal Ida sudah menyerahkan bukti KTP dan akta kelahiran palsu, serta foto-foto prosesi tukar cincinnya bersama Nardinata.

Sejak tahun 2002, Ida terus melengkapi bukti-bukti penipuan yang dilakukan Nardinata. Salah satu bukti adalah KTP Nardinata yang berjumlah tiga dengan identitas berbeda-beda.

Baca Juga  Dua Orang Tewas, Saat Ruko yang Ditempati Mereka di Kemayoran Terbakar

Ida juga menduga Nardinata tak hanya menipu dan menikahinya saja, tapi mengawini perempuan lain dengan bekal identitas palsu.

Karena bukti itulah Polda Jatim menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Nardinata pada 19 Juli 2007. Tapi setelah itu, laporan Ida kembali mandek. Nardinata tak kunjung ditangkap, bahkan polisi malah menyuruh Ida meringkus sendiri suaminya itu.

Bertahun-tahun Ida menunggu pengusutan kasus. Hingga pada tahun 2021, Ida kembali mendatangi Polda Jatim untuk menanyakan kelanjutan laporannya. Namun polisi beralasan berkas-berkas laporan Ida hangus ketika kejadian kebakaran gedung di Mapolda pada 2014.

Ida kemudian mulai mencari keadilan, salah satunya melalui media sosial TikTok. Kasusnya mulai viral dan jadi perhatian publik. Ida bahkan memohon kepada Presiden Jokowi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit serta Menko Polhukam Mahfud MD untuk turun tangan mengatasi kasus yang dialaminya. 

Nama Jusuf Hamka Terseret

Ida menyebut sudah 21 tahun berjuang mencari keadilan. Dia mengaku ditipu, dipukuli, mengalami teror oleh suaminya. Selain itu, Ida menegaskan tidak mengada-ngada saat menyebut nama Jusuf Hamka karena Nardinata yang mengungkap sendiri bahwa dia adik dari sang pengusaha jalan tol itu.

“Aku tahu siapa lawanku karena suamiku juga sudah bilang, kalau saya tidak bisa melaporkan karena dia adiknya Baba Alun (Jusuf Hamka) waktu itu tahun 2000 kan saya nggak tahu, ternyata Jusuf Hamka. Saya tidak takut karena memang benar dia adiknya. Tapi saya akui, Bapak Jusuf Hamka tidak ada hubungan dengan adiknya, dia cuma kakak,” jelas Ida.

Sementara itu akun Instagram Jusuf Hamka pun panen komentar dari warganet yang menanyakan kebenaran kabar terkait Nardinata. Apalagi, sosok Nardinata Marsioni Suhaimi hingga saat ini belum juga diadili meski sudah dilaporkan oleh Ida.

Sementara itu akun Instagram Jusuf Hamka pun panen komentar dari warganet yang menanyakan kebenaran kabar terkait Nardinata. Jusuf Hamka sendiri hingga saat ini belum memberi klarifikasi terkait curhatan Ida Susanti yang menyeret namanya.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *