Update Anak SD Dicolok Matanya Oleh Kakak Kelas: Hasil MRI Menunjukkan…

Kasus anak SD yang ditusuk matanya oleh kakak kelas di lingkungan sekolah masih terus menjadi misteri, karena hingga saat ini, polisi belum juga menemukan pelakunya. 

Siswi kelas 2 SD Negeri Menganti, Gresik, Jawa Timur, diberitakan dicolok matanya oleh tusukan bakso oleh kakak kelas, hingga menjadi buta. Adapun pemicu kekerasan tersebut adalah karena korban dimintai uang namun menolak untuk memberikannya.

Orang tua korban pun melaporkan hal tersebut ke pihak sekolah. Namun, orang tua korban merasa pihak sekolah ingin menutupi kasus tersebut, karena tak kunjung merespons permintaan rekaman CCTV untuk mencari bukti. 

Kasus ini akhirnya ditangani oleh Polres Gresik setelah orang tua korban melaporkannya ke polisi. 

Baca Juga:3 Tumpuan Utama Timnas Jelang Laga Lawan Korut: Kalau Tampil Jelek, Nasib Indonesia Runyam

Dalam rangka penyidikan, kepada korban yang berinisial SA ini telah dilakukan serangkaian pemeriksaan antara lain pemeriksaan fungsi mata dan anatomi mata.

Pemeriksaan anatomi mata ini dilakukan dengan alat MRI di Rumah Sakit PHC Surabaya. Namun yang mengejutkan, tim medis yang memeriksa tidak menemukan adanya bekas tindak kekerasan di mata SA yang dikabarkan dicolok oleh kakak kelasnya.

Hasil pemeriksaan MRI juga tidak menemukan adanya perdarahan pada mata kanan korban ataupun robekan mata. Bahkan, kondisi bola mata secara anatomi dalam keadaan normal.

Dalam konferensi pers yang rekaman videonya diunggah akun Instagram @lambe_turah, dr. Bambang Tuhariyanto yang merupakan dokter spesialis mata RSUD Ibnu Sina, mengatakan bahwa dari hasil dari pemeriksaan MRI, tidak didapatkan kelainan apapun.

Mata kanan SA memang mengalami penurunan penglihatan, tetapi belum diketahui sebabnya.

Baca Juga:Jelang Laga Lawan Korea Utara, Roby Darwis: Kami Sudah Berbenah

Baca Juga  Menikah dengan Egy Maulana Vikri, Adiba Khanza Pernah Diisukan Pacaran dengan Pria Keturunan Raja

“Bekas darah, bekas fibrin bagian dari darah, kelainan-kelainan syaraf tidak ada secara anatomi yang menunjukkan bahwa mata atau komponen-komponen yang mendukung penglihatan bekas terjadi kekerasan. Itu saja yang bisa direkam oleh alat-alat ini,” lanjut dr. Bambang.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *