Jokowi Prediksi Pertumbuhan Pendapatan per Kapita Rp 153 Juta pada 2033, Ekonom Sebut Sulit Tercapai

Tak Berkategori

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo alias Jokowi memprediksi pertumbuhan pendapatan per kapita mencapai Rp 153 juta pada 2033. Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menyebutnya sulit tercapai.

“Sulit ya tercapai,” ujar Bhima pada Tempo, dikutip Jumat, 18 Agustus 2023. “Dengan asumsi yang disampaikan Pak Jokowi berarti rata-rata pertumbuhan lebih dari 7-8 persen, sedangkan tahun 2024 saja diperkirakan ekonomi Indonesia hanya tumbuh di kisaran 5 persen.”

Bhima menyampaikan, yang lebih kontradiksi adalah program hilirisasi disebut sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Padahal, dia menilai cadangan nikel Indonesia dengan kadar bagus tinggal 7 tahun. 

“Sebelum target 10 tahun pendapatan per kapita naik tinggi, mana mungkin bergantung pada hilirisasi minerba semata?” beber Bhima.

Dia menilai, harus ada terobosan terkait transisi energi, potensi karbon hingga ekonomi digital. “Sepertinya tiga hal tadi sebagai the new opportunity dari ekonomi Indonesia belum banyak disinggung Pak Jokowi,” tutur dia.

Iklan

Sebelumnya diberitakan, Jokowi memprediksi kenaikan pendapatan per kapita Indonesia mencapai Rp 153 juta atau US$ 10.900 dalam 10 tahun ke depan.

“Sebagai perbandingan, pada 2022 lalu Indonesia berada di angka Rp 71 juta. Artinya dalam 10 tahun, lompatnya bisa dua kali lipat lebih,” kata Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD di Gedung DPR RI pada Rabu, 16 Agustus 2023. 

AMELIA RAHIMA SARI | RIANI SANUSI PUTRI 

Pilihan Editor: Menunggu Realisasi Program Penghapusan Kredit Macet UMKM



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *